• Jl. Raya Pajajaran Kav. E-59
  • (+62)2518322185, 085211522622 (WA)
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • JITV
    • Wartazoa
    • Pedum / Juknis
    • Buletin
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
13 dilihat       19 Juni 2026

Kementan Hadirkan Inovasi Pertanian Terbaik Nasional di PENAS KTNA XVII Gorontalo

JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) menghadirkan berbagai inovasi pertanian terbaik di Indonesia dalam satu kawasan percontohan pertanian modern pada Gelar Teknologi Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII yang berlangsung di Gorontalo, 20–25 Juni 2026. Pada kawasan gelar teknologi, dihadirkan beragam teknologi pertanian terkini untuk mempercepat modernisasi pertanian dan mendukung swasembada pangan nasional.

Gelar Teknologi merupakan salah satu sarana percepatan diseminasi inovasi pertanian yang mempertemukan penghasil teknologi dengan pengguna secara langsung. Peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai inovasi pertanian terbaru, tetapi juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan para ahli yang mendampingi setiap lokasi demonstrasi teknologi.

"Gelar Teknologi PENAS XVII menjadi jembatan antara inovasi dan pengguna teknologi. Melalui kegiatan ini, petani dapat mengenal berbagai inovasi pertanian yang telah siap diterapkan sekaligus memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan usaha tani mereka," kata Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6).

Gelar Teknologi PENAS XVII dimotori oleh BRMP Kementerian Pertanian yang mengintegrasikan berbagai inovasi lintas sektor ke dalam satu kawasan demonstrasi teknologi pertanian. Melalui pendekatan tersebut, petani dapat mengamati langsung kinerja teknologi, memahami cara penerapannya, serta menilai manfaatnya bagi usaha tani mereka.

”Gelar Teknologi dapat memperlihatkan berbagai inovasi pertanian modern kepada petani yang hadir di PENAS XVII. Seperti teknologi PM-AAS yang telah dikembangkan di 14 provinsi di Indonesia, kami ingin menunjukkan peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui mekanisasi dan efisiensi tinggi melalui sistem tanam jarak rapat serta penggunaan varietas unggul,” pungkas Fadjry.

Lebih dari sekadar memperkenalkan inovasi, Gelar Teknologi PENAS XVII menghadirkan pengalaman belajar langsung melalui demonstrasi penerapan teknologi di lapangan. Petani dan kelompok tani yang datang dari berbagai daerah dapat melihat secara nyata kinerja teknologi, mulai dari varietas unggul, sistem budidaya modern, alat dan mesin pertanian (alsintan), inovasi peternakan, pengelolaan sumber daya lahan dan air, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam usaha pertanian.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada secara berkelanjutan.

"Modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada secara berkelanjutan. Karena itu, setiap inovasi yang dihasilkan harus sampai kepada petani, diterapkan di lapangan, dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas maupun kesejahteraan mereka," ujar Mentan Amran.

Fadjry menambahkan, dalam Gelar Teknologi PENAS XVII, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai inovasi pertanian terbaru, tetapi juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan para ahli yang mendampingi setiap lokasi demonstrasi teknologi. Melalui interaksi tersebut, petani dapat memperoleh penjelasan teknis mengenai peluang penerapan teknologi sesuai kondisi agroekosistem dan usaha tani di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pendekatan demonstrasi lapang menjadi penting karena memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata dibandingkan penyampaian informasi secara konvensional.

"Teknologi akan lebih cepat diadopsi ketika petani melihat sendiri hasil dan manfaatnya di lapangan. Karena itu, Gelar Teknologi kami rancang sebagai ruang belajar yang memungkinkan petani mengamati langsung penerapan inovasi sekaligus memahami peluang penerapannya sesuai kondisi wilayah dan usaha tani masing-masing." Ujar Fadjry.

Fadjry menambahkan bahwa kolaborasi berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dan sektor swasta dalam Gelar Teknologi PENAS XVII menjadi wujud sinergi untuk mempercepat pemanfaatan inovasi dalam pembangunan pertanian nasional.

Melalui Gelar Teknologi PENAS KTNA XVII, Kementerian Pertanian berharap semakin banyak inovasi yang diadopsi petani sehingga mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan daya saing sektor pertanian nasional dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.


Sumber: Rilis Kementan, 19 Juni 2026, Nomor B-467/ HM.160/7/06/2026

Prev Next

- nandi


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Swasembada Pangan Butuh Kolaborasi, Bukan Kerja Sendiri-Sendiri — Pesan Kepala PRMPKH di Aceh
    28 Jul 2026 - By bayuramadhan
  • Thumb
    Kepala BRMP PKH Semangati 450 Penyuluh di Saree, Aceh Besar
    26 Jul 2026 - By bayuramadhan
  • Thumb
    Mubes PPPI Kementan 2026: Iif Syarifah Munawaroh Terpilih Menjadi Ketua Umum Periode 2026–2029
    23 Jul 2026 - By nandi
  • Thumb
    Bersiap Menyapa Garut: BRMP PKH Matangkan Program ICARE lewat Rapat Koordinasi di Lembang
    16 Jul 2026 - By bayuramadhan
  • Thumb
    Sosialisasi PM-AAS Percepat Transformasi Pertanian Pidie
    15 Jul 2026 - By febrimundani

tags

Andi Amran Sulaiman BRMP BRMP Gorontalo Fadjry Djufry Gelar Teknologi Pekan Nasional KTNA Kontak Tani Nelayan Andalan Penas Penas XVII inovasi pertanian

Kontak

(+62)2518322185, 085211522622 (WA)
(+62) 251 8328383
[email protected]

Jl. Raya Pajajaran Kav. E-59

Kel. Babakan, Kec. Bogor Tengah 

Kota Bogor - Jawa Barat 

Indonesia

16128

peternakankeswan.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan. All Right Reserved